Thursday, June 26, 2014

Ini Rahasiaku, Tentang Kamu

Aku pernah mencari kamu dari gelap sampai terang.
Tak ada hujan selama pencarian.
Dari siang sampai petang.
Ditemani langit jingga yang mulai tersungkur malu dalam kesendirian.
Tak aku temui kamu, di antara hari.
Namun kamu ada di dalam hati.

Delusi kerinduan membuat semesta berputar pada wajahmu.
Setiap rutinitasku. Selalu ada kamu.
Tak perlu aku menanti hujan untuk melihat pelangi, sebab di matamu selalu ada.
Tak perlu aku menanti sore hanya untuk melihat senja, karena di pipimu selalu jingga.
Tak perlu aku memetik buah jambu merah, di bibirmu yang bergincu lebih indah.
Tak perlu aku memecahkan gelas untuk membuat gaduh, sebab satu diammu saja sudah menjadi selusin tanya dalam kepalaku.

Ini rahasiaku,
Kamu merangkul degupku.
Aku ingin melumat buah jambumu.
Dalam bayang bercumbu.
Selalu membakar rindu.

Tuesday, June 17, 2014

Pertemuan

Gedis penyuka hujan, katanya tetes air pertama yang membasahi tanah itu menyenangkan.
Bau abu yang basah menenangkan.

Sedangkan Lelaki penyuka sepi, diam mematung saat sepasang mata Gadis itu terpejam, lebih indah dari rembulan.
Lengkung senyumnya membahagiakan, seperti pelangi setelah hujan.

Lelaki itu bergumam; izinkan aku menjaga warna pelangi itu dari gores hitam.

Wednesday, June 11, 2014

Mati

Dulu diatas kepalamu pelangi,
Kini awan hitam hujan terus membasahi,
Di sudut samudra, muara dari segala asa.
Aku lihat ikan mati, akibat limbah.

Burung bangkai memenuhi sepanjang pantai.
Tak ada duka,
Hanya ada kegembiraan.
Walau diantara kematian.


Sent from Samsung Mobile