Saturday, June 28, 2014

Pemabuk

Pada sebotol minuman.
Tentang rindu yang kacau karena tak
berakhir pelukan.
Namamu terus mengumam,
Memenuhi isi kepala dari ramainya pasar malam,
Jarak antara kita menjadi sekat.

Perkara rasa sudah berbusa-busa diatas gelas sisa keangkuhan.
Perihal setia, menjadi harap-harap cemas yang sebentar lagi gotay.
Repetisi mencintai, menyakiti diri sendiri dari luka-luka yang memabukan.

Candu, merindumu.
Mencintaimu.
Membuat mata merah lupa akan logika.
Kini, semua terlupa.
Tak lagi ada pikir bahagia.
Tumbang di tengah jalan, tak sampai tempat ternyaman yang katanya rumah kita.

Thursday, June 26, 2014

Ini Rahasiaku, Tentang Kamu

Aku pernah mencari kamu dari gelap sampai terang.
Tak ada hujan selama pencarian.
Dari siang sampai petang.
Ditemani langit jingga yang mulai tersungkur malu dalam kesendirian.
Tak aku temui kamu, di antara hari.
Namun kamu ada di dalam hati.

Delusi kerinduan membuat semesta berputar pada wajahmu.
Setiap rutinitasku. Selalu ada kamu.
Tak perlu aku menanti hujan untuk melihat pelangi, sebab di matamu selalu ada.
Tak perlu aku menanti sore hanya untuk melihat senja, karena di pipimu selalu jingga.
Tak perlu aku memetik buah jambu merah, di bibirmu yang bergincu lebih indah.
Tak perlu aku memecahkan gelas untuk membuat gaduh, sebab satu diammu saja sudah menjadi selusin tanya dalam kepalaku.

Ini rahasiaku,
Kamu merangkul degupku.
Aku ingin melumat buah jambumu.
Dalam bayang bercumbu.
Selalu membakar rindu.

Tuesday, June 17, 2014

Pertemuan

Gedis penyuka hujan, katanya tetes air pertama yang membasahi tanah itu menyenangkan.
Bau abu yang basah menenangkan.

Sedangkan Lelaki penyuka sepi, diam mematung saat sepasang mata Gadis itu terpejam, lebih indah dari rembulan.
Lengkung senyumnya membahagiakan, seperti pelangi setelah hujan.

Lelaki itu bergumam; izinkan aku menjaga warna pelangi itu dari gores hitam.

Wednesday, June 11, 2014

Mati

Dulu diatas kepalamu pelangi,
Kini awan hitam hujan terus membasahi,
Di sudut samudra, muara dari segala asa.
Aku lihat ikan mati, akibat limbah.

Burung bangkai memenuhi sepanjang pantai.
Tak ada duka,
Hanya ada kegembiraan.
Walau diantara kematian.


Sent from Samsung Mobile

Monday, June 9, 2014

Kerinduan

Hujan membuatnya kuyup mengigil,
Dibawah lampu merah begitu ringkih.
Tak menggenal pasar malam, gulali yang manis atau sekedar bermain layang-layang.

diantara deru bising roda dua atau empat. Ia tak gentar untuk tetap berdiri di kedua kakinya yang seakan seperti besi karat.
Setiap uang yang didapat bagai airmata yang berupa keringat.
Setiap keringat yang menetes seperti kebahagiaan yang tak tersirat.

Gumam merapal mantra berupa doa-doa dan rasa syukur yang didapat.
setelah senja tersungkur, membawa pulang senyum sumringah.
Tak ada gurat kesedihan di wajahnya.
Begitu ikhlas tanpa isyarat.


Sent from Samsung Mobile

Sunday, June 8, 2014

Tersesat Di Bandung


"Bandung", ketika sebagian orang denger kata itu pasti udah mendefinisikan bahwa kota yang dingin, asri, banyak cewek-cewek cantik yang enggak pacaran di fly over. Tapi buat gue samar-samar malah terdengar kata "Badung", bocah bengal suka ngerjain orang lain dengan jorokin ke jurang.

Tuesday, April 8, 2014

Kantor Adalah Taman Bermain


Biasanya kantor adalah tempat kerja dengan tampang-tampang orang serius yang kayak lagi ngisi Teka Teki Silang ber-cover wanita sexy pakai baju gambar Doraemon, tapi buat gue kantor adalah tempat bermain yang menyenangkan hingga ke sudut-sudut toilet.
Semenjak bekerja lumayan lama, kira-kira satu hari lah. Kehidupan gue udah banyak berubah, biasa tidur malam. Tapi kini gue tidurnya kalau ngantuk. Biasa bangun siang, kini gue bangun kesiangan terus. Menurut mitos yang melegenda bangun siang mengakibatkan rezeki kita dipatok ayam, tapi biarin aja. Kalau ayamnya udah gede toh bisa dipotong lalu makan.
Di kantor, meja gue sebelahan sama sekertaris SCM, lo tahu SCM? Gue juga gak tahu. Mungkin SCM nama-nama tumbuhan.

Friday, November 29, 2013

Perkara Penumpang Kereta Api

image; google.com
Siapa sih yang gak tahu kereta api? Anak kecil aja tahu, kalo ditanya siapa nama kereta api dia bakal jawab Thomas, lalu pertanyaan saya adalah siapakah masinis yang mengendarai kereta pada lagu ''Naik Kereta Api''? Oke, sudah lupakan pemenangya adalah tim Dut. Jadi tim Dang nilainya masih -69.

Banyak orang yang naik kereta api, banyak juga yang ngelucu dengan bilang ada nih kerjaan tapi ngempesin ban kereta, gue curiga kalo orang yang bilang kayak gitu pasti gaul pada zaman Majapahit sambil ngangkatin batu yang gede banget kayak gengsi mantan buat bilang masih kangen.

Oke, fokus,.. Banyak orang yang menggunakan sarana umum perkereta apian, salah satunya saya. Saya pernah melihat banyak kejadian yang aneh dan menurut saya ini pantas untuk masuk acara Silet yang diiringi oleh Rupiah melemah terhadap Dolar karena tak kunjung rujuk. Kereta api emang sering telat dateng ke stasiun tapi sampe sekarang belum pernah tuh kereta yang telat dateng di-strap. huft.

Oiyah, berikut ini bocoran ebtanas buat lulus dari zona adik-kaka-zone;

Friday, November 15, 2013

Perihal Film Kartun


Pokoknya masa kecil loe kurang bahagia deh kalo gak pernah nonton film kartun di hari minggu pagi, soalnya sekarang itu film kartun di minggu pagi udah diganti sama acara joget-joget yang sampe pinggulnya zigzag, apalagi sekarang sudah mau liburan pasti di minggu pagi ada acara yang bikin males bangun pagi, yaitu home alone untuk yang ke 6283873159423 kalinya diputer di tipi-tipi, mau beli tipi baru aja rasanya, tapi yagitu percuma make tipi baru juga tahun depan pasti ada lagi.

Beberapa keanehan film kartun sekarang udah mulai dirasakan, karena dulu waktu kecil seneng-seneng aja tanpa memikirkan realitanya. Setelah ditelaah bersama bareng tim Tony About akhirnya mendapatkan kesimpulang bahwa:

Sunday, November 3, 2013

Jogjakarta, Aku Jatuh Cinta. #3

Sebagian orang akan bilang kalo berakhir berarti perpisahan, tapi tidak untuk saya. Mungkin berakhir adalah awalan, seperti saat ke Jogjakarta yang lalu. Kita berpisah untuk memulai yang baru, menyusun rencana kedepannya kota mana yang akan kita hinggapi lagi.

Jogjakarta, kota ke tiga tempat kita berkumpul kawan, setelah Jakarta dan Tangerang Selatan. Salam kompak selalu, hangat terdahsyat untuk kita semua.

Kita balik kanan bubar jalan, bukan membubarkan diri lalu membicarakan dari belakang. Semoga saja, kita tetap bersama sampai akun twitter kita disedekahin ke anak masing-masing. Buat gue sendiri kalo gak ada twitter mungkin gak akan kenal kalian. Terima kasih Jack, berkat anda saya bertemu dengan orang-orang yang membuat tawa, bahagia dan kadang kesel karena tingkahnya, makanya saya tetep bersama karena tidak hanya membuat bahagia tapi membuat saya juga belajar dewasa, bagaimana menyikapi permasalahan yang harus kita hadapi dengan sebaik-baiknya.

Buat gue, kali ini mempunyai temat yang udah kayak keluarga sendiri. Entah mereka pun menganggap keluarga atau cuma smp, sudah makan pulang.

Selama di Jogja gue menemukan karaker baru dari orang-orang ada yang lucunya kebangetan, ngeselinnya kebangetan, baiknya kebangetan, atau bahkan cueknya kebangetan. Dari semua itu bisa membuat gue ketawa apalagi yang ngeselin kayak si Iqbal. Dia kalo ketawa dicicil, sehari tiga kali.

Di Jogjakarta walau gue nyusul tapi gue gak nyesel, mungkin kalo gak dateng baru nyesel. Di sana ketemu sama @fayuliana, @ejakulasi_, @dimastayo, @jembvt, @kangmasnyo, @rezaariesta @dudupan_, @bukanadelia, @mas_aih, @badottt, @masmaslol, @unyingucrit, @JVLEHA, @theevreu, @_vanderbot, @DianaaPN, dan masih banyak lagi yang gak mungkin gue sebutin, salah satunya gue berterima kasih banget sama masinis yang nganterin gue ke Jogja dengan selamat, satpam depan stasiun yang nunjukin gue jalan ke penginapan.

Kelakuan dari anak-anak yang gak akan gue lupain, banyak. Tapi salah satunya si @dudupan_ aka Pandu, pas mau balik ke Jakarta dia sempetin diri buat gali tanah di depan penginapan lalu nanem kaos kakinya yang wangi banget. Katanya biar numbuh pohon jengkol.
Selanjutnya kelakuan @jembvt dia rela make handuk warna pink dililitin di kepala kayak habib yang nongkrong di fly over.
Ada juga si @ndaaar yang make sempak doang terus difoto gaya Hulk lagi mau gosok gigi.
Oiyah, paling mengharukan pas kita nyanyi-nyanyi lagu sebelum pada balik ke kota masing-masing.
Kelakuan @dimastayo, lagi berenang malah kedinginan meringkel di pojokan kayak kucing kampung kecebur got.
Kalo si @kangmasnyo, dateng-dateng nyanyi lagu lawas, oke, skip. Itu emang tuntutan umur.
Selagi masnyo nyanyi, @masmaslol sempetin diri buat menghibur kita dengan nyanyi lagu peterpan tiga menit, lewat enam jam. Pas gue lagi muntah ada @mas_aih yang mijitin gue, setelah itu @badottt ngerokin gue. Ah, keren sekali.

Pokoknya masih banyak lagi cerita yang gak mungkin gue jabarin di sini, bukan hanya gue yang bahagia. Kita semua yang ngumpul di situ bahagia.

Sampai jumpa lagi teman, sampai kita mabok ale-ale lagi.
Di Jogjakarta, aku jatuh cinta. Pada suasanya dan teman-teman saya.

Wednesday, October 23, 2013

Commuterline atau Kaleng Sarden

 
"Kendaraan apa yang cepet sampe tujuan?", orang yang beraktifitas dan tujuannya lumayan jauh menanyakan ini, sisanya udah pasti. Pengen jawab naik pesawat tapi deket kantor kampus atau tempat yang dituju belum tentu sebelahan sama bandara. Mau bilang naik elang atau naga tapi ini bukan acara di tipi-tipi swasta. Semua harus dihadapi dengan bersyukur meski seperempat hidup kita dihabiskan di jalan raya. Kita harus bersabar, walau bokong kita menghadapi getirnya gesekan sesama jenis.

Friday, October 11, 2013

Jogjakarta, Banyak Cerita #2


Pernah gak sih lo ke suatu kota dan banyak meninggalkan cerita yang bahagia dan sedihnya, kali ini gue di Jogjakarta dan banyak banget cerita yang mungkin gak akan pernah bisa terlupakan sampai suatu saat nanti atau sampai rambut gue warna-warni.

"Jogjakarta", kata sebagian orang ini adalah kota dimana banyak orang yang jatuh cinta atau bahkan berbahagia, tapi buat sebagian orang ini kota mati, banyak hati yang membiru kaku, berlangit pekat dan bertahta nisan.

Sunday, October 6, 2013

Jogjakarta, Awal Kita Bertatap Wajah #1


Pada hari jumat aku turut masinis ke Jogja, dari Jakarta tepat pukul 10;14pm.

Bukannya sombong, ini pertama kalinya ke Jogja sendirian, karena gue gak bisa bolos kerja. Jadi gue menyusun rencana yang sudah dikontrol dengan baik tanpa ada penetrasi dari siapapun, akhirnya gue sampai di Jogja dengan mangap-mangap makan angin..

Sepanjang perjalanan yang memakan waktu cukup lama memang sangat menyedihkan, karena engkau tak di sampingku kawan. Banyak cerita yang tak bisa dibagikan, karena kau teman ke Jogja duluan.. Ulalala ulele uwe uwe. Di kereta sendirian, ke toilet sendirian, gue serba sendirian. Tapi gue sadar bahwa ada malaikat di sisi yang nyatet aktifitas keseharian memakai buku bersampul gambar Hello Kitty

Wednesday, September 25, 2013

Hari Pertama Masuk Kerja Rasa Wahana



Asalammualaikum Warahmatulah Wabarokatuh..

Bismillah..

Hari pertama kerja membuat semua serba serasa baru, baju baru dari plastik, sepatu baru model engrang pokoknya baru, Dari temen sampe komputer baru.  Banyak hal yang akan terjadi pada hari pertama masuk kerja, biasanya bakal dikenalin ke penghuni kantor yang berwujud maupun ghaib, tapi gue bersyukur karena yang ghaib gak kenalan sama gue.
Awal dari interview yang sebelumnya gue gak gitu optimis bakal diterima bekerja di perusahaan yang gue lamar dengan sebongkah roti unyil, dengan pakaian yang dibilang gak niat buat interview pekerjaan.

Thursday, September 12, 2013

Interview Yang Menyenangkan


Pada waktunya kita akan ngalamin yang namanya interview kerja, pasti dan kita kadang bingung mau berbuat apa saat pemanggilan, hal pertama yang gue lakuin adalah angkat telfon ketika hape gue berdering sebelum hape gue joget India karena alunan musik yang tercipta.

Ini mungkin pengalaman gue yang kesekian kali interview urusan diterima atau enggak kerja di perusahaan yang gue lamar itu urusan belakangan yang penting gue udah mau berusaha sebisa mungkin mencari pekerjaan, sebelum interview terjadi biasanya gue berdoa dahulu, bulatkan tekat bukan bulatkan upil terus dipeperin ke meja.

Kali ini gue melamar di suatu perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, bukan di bidang palengang pata-pata ayo digoyang pica-pica, gue cari tahu tentang perusahaan tersebut, bisa dibilang gue kepo karena mempersiapkan materi yang akan gue jawab dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh orang yang interview gue nantinya.. Padahal gue udah paham betul apa aja yang akan ditanyakan oleh yang interview pasti meliputi, nama, hobi, warna kesukaan, mifa, mava, dan cita-cita.

Gue datang agak pagian ke kantor tempat gue akan interview bersama temen gue, dari sini gue berkesimpulan bahwa sesungguhnya bila tidak tahu jalan bertanyalah, atau setidaknya minta anterinlah.

Kira-kira hampir setengah jam gue menunggu dipanggil, akhirnya gue dipanggil juga, ini membuat gu deg-degan lebih deg-degan daripada diputusin pacar, sebab gue hampir lupa apa rasanya diputusin pacar.

Setelah masuk ruangan yang cukup dingin, membuat isi kepala gue pun ikut dingin, gue bingung ketika disuruh isi formulir, serasa kayak lagi mau daftar sekolah.. Oke, dari halaman pertama sampe akhir gue isi semua dengan sebaik-baiknya tanpa ada penetrasi dari siapapun di ruangan itu, sebab gue hanya sendirian. Please, gue kedinginan, kalo ada boneka babi di ruangan itu pasti udah gue peluk-peluk.

Di lembar akhir formulir, gue disuruh nerusin gambar.. Gue mikir, ini semacam ngetes imajinasi.
Kotak pertama hanya titik, akhirnya dari titik tersebut gue coret-coret sampe jadi gambar kucing, gue gambar kucing karena inget sama lagu kucing garong.
Kotak kedua, kayak coretan gak jelas gitu. Alhasil dari coret-coretan gue, gue bisa bikin gambar love-love yang tengahnya retak sampe kotak buat ngegambarnya penuh. Entahlah apa motivasi gue.
Kotak ketiga, garis setengah lingkaran.. Gue langsung inget gambar dua gunung yang tengahnya matahari terus banyak padinya. Jadi deh gambar jaman Sekolah Dasar yang suka dapet ponten atau paraf dari guru.
Dan gambar-gambar selanjutnya gue buat dengan suka-suka gue, ada gambar monster, ada dinosourus, ada juga coret-coretan gak jelas kayak muka pacar kamu.

Setelah selesai ngisi formulir dan bermain-main dengan gambar, akhirnya yang interview gue dateng juga. Ah, sudah lama gak diajak ngobrol empat mata gini. You know lah, rasanya kayak lagi nge-date deg-degannya gak sinkronisasi membuat hati terasa di reboisasi kembali karena pernah ada penebangan liar.
Sikap gugup gue buang jauh-jauh, membuat tetep santai dengan senyum-senyum tanpa sebab sampai yang interview gue gak berani tatapan mata sama gue. Gue akuin emang kalo gue cool bangets.

"Ceritakan tentang anda"
Gue ceritain tentang gue, kalau gue ini dapat beradaptasi dengan kondisi dan situasi baru seperti bunglon. Dapat berkeja individual atau tim, seperti lagi war pointblank. Dapat memotivasi diri sendiri dan handphone saat di layar handphone ada tulisan "Batre Lemah".
Sepertinya jawaban gue ngaco, tapi ini lah gue sampe akhirnya yang interview gue malah senyum-senyum dan ketawa, dia suka sama gue, tapi gue gak suka, kita soalnya sesama jenis.

"Apa kelebihan kamu"
Kelebihan saya, saya selalu belajar dari kesalahan saya, jangan nilai saya dari penampilan apalagi nilai saya dari jawab ini, tapi nilailah saya ketika saya bekerja dengan sebaik-baiknya.

"Apa kelemahan kamu?"
Kelemahan saya, suka lupa waktu aja, apalagi kalo lagi kerja, kadang saya lupa buat makan atau tidur tapi saya gak pernah lupa untuk bernapas. Saya selalu mengatasi kekurangan saya dengan buat alarm di handphone seperti jam duabelas siang waktunya makan, jam enam pagi waktunya bangun tidur terus mandi tidak lupa gosok gigi dan membersihkan tempat tidur. Maklum pak, kalo belum menikah emang begini.

"Kamu mau gaji berapa?"
Saya rasa,perihal gaji perusahaan ini pasti memberikan gaji kepada karyawannya dengan sepantasnya.
"Minimalnya lah"
Minimal bisa beli sprite 24krat dan instro 2 kerdus.

"Oh... Jadi kapan kamu bisa mulai kerja?"
Secepatnya, besok juga bisa. Sekarang juga bisa. Saya paling benci menunda-nunda sesuatu yang baik untuk saya sekarang atau kedepannya.

 Ya.. seperti itulah, akhirnya gue cuma dikasih salaman terus ngobrol ngalor ngidul tentang gadget, ternyata yang interview gue orangnya seneng sama gadget yang baru-baru.

Tinggal nunggu aja ditelfon atau tidak dari kantor tempat gue interview, gue sih ngerasa gak akan diterima di kantor tersebut. You know lah, karena dalam waktu kurang dari dua detik resepsionis di kantor tersebut udah nanya-nanya nama gue.

Apa pengalaman lo ketika interview?

Friday, September 6, 2013

Biar Norak Tapi Bahagia

"Abi... Umi ke toilet dulu ya", gue mendengar percakapan dua anak muda yang lagi dimabuk cinta. Dan masih banyak lagi panggilan keren orang yang pacaran, kayak "ayah bunda, jeyek pecek dll". Jujur saat denger itu gue ketawa tapi gue sadar bahwa itu bahagianya dia mau bagaimana pun orang yang sedang jatuh cinta kadang emang bakal norak. You know ''jatuh cinta membuat dunia milik berdua'', mau guling-gulingan di semak-semak juga mereka pasti bahagia. Kita, gak seharusnya mengusik kebahagiaan mereka, lebih baik sih ketawa aja terus bodoamatin. Gue sendiri lebih suka manggil nama pacar seperti orang tuanya manggil dia.

Kita semua pernah ada pada masa alay, gue pun pernah alay dengan ngetik ''aQ Ch4y4nK qMuh", gue gak malu, karena pada masa itu gue ngerasa bahagia.. Tapi pada waktunya gue pun sadar kalau itu ngerusak mata pembacanya.

Berbagai macam tingkah laku orang yang jatuh cinta emang bakal terlihat norak, kita yang ngeliat ikutan ketawa, berarti kita sama-sama bahagia bukan? Jangan malah mengusik kebahagiaan orang lain.. Biarkan mereka norak tapi mereka bahagia kok dengan apa yang mereka perbuat.

Pernah liat yang di twitter, nyantumin nama pacar di bionya? Pertama gue pikir, ngapain nyantumin nama pacar di bio, mending di buku nikah atau di hati aja. Tapi setelah ada bisikan ghaib, gue sadar bahwa mereka bahagia dengan apa yang mereka lakukan, gue cuma bisa ikut ketawa dan gue merasa bahagia juga. Tapi beda hal kalo gebetan gue nyantumin nama pacarnya di-bio, gue pasti sedih, pengen tetep ngegebet tapi gue gak mau jadi perusak hubungan orang lain.

Ada pula yang RT-RT-an di twitter ngobrolnya, dari yang pacaran sampe bot magang, mereka pun berbuat seperti itu sebagian dimata orang lain terlihat norak, tapi buat mereka bahagia. Lagi-lagi kita yang ikut ketawa kan?

Ada temen gue, dia ke bioskop sama pacarnya terus bilang "Sayang, tivinya gede banget ya", ini norak, tapi mereka bahagia dan tertawa.

Gue pernah chat sama temen, lagi asik bercanda tiba-tiba dia ngechat ketawa "wkwkwkwkw", lah gue pun binggung dia kayaknya seneng banget, akhirnya gue ikut ketawa juga, ternyata yang terlihat norak malah lucu dan bahagia.

Masih banyak kebahagiaan mereka yang terlihat norak dimata kita tapi kita tertawa bukan saat melihatnya? Berarti kita sama-sama bahagia. Cara terbaik adalah menghormati kebahagiaan orang lain tanpa mengusiknya. Mereka akan sadar pada waktunya kalau kebahagiaan mereka lebay dan menjijikan buat 'kaum jomblo dan fakir cinta'.

Menurut kesotoyan gue, ''norak terjadi karena rasa bahagia yang berlebihan dan ada orang yang iri atau sirik dengan cara mengusik''

Hal norak tapi bahagia apa yang pernah lo lakuin sama pacar lo?

Monday, September 2, 2013

Perihal Rasa

"Saat punya pacar, apa pernah lo jatuh cinta ke orang lain?", Hal ini yang ngebuat gue mikir keras, bagai karang gigi yang dihempas gelombang obat kumur. Perihal rasa, siapa yang tahu kan, sebab rasa bisa datang kapan saja, pergi sesukanya atau menetap dengan lekat. Tapi rasa selalu tumbuh pada apa yang telah menciptakannya sejak lama bukan?

Gue sempet nanya ke beberapa orang perihal rasa jatuh cinta, tapi keadaan punya pasangan. Jawaban beragam dari pedes level 1 sampe 10. Semua gue kunyah dahulu sebelum gue telen supaya gak cepirit.

Friday, August 30, 2013

Permainan Masa Kecil


Gue baru aja balik dari main ke luar kota Tangerang Selatan yaitu Jakarta, terus liat anak kecil lari-lari ngejar layangan... Saat itu gue jadi inget kalo gue pernah ngejar-ngejar gebetan juga tapi gak dapet. Miris, emang. Tapi bodoamat. Lu siapa? Kenalin gue Iyan. Muaahh

Semasa kecil imoets-imoets dan sering dicium, sekarang kagak. Gue inget beberapa permainan yang sering gue lakukan. Lu juga pasti  pernah. Pasti.

Ada beberapa permainan yang akan gue bahas disini bersama dengan embel-embelnya yang gue juga gak tahu kenapa bisa berpikiran seperti itu.. Oke, yuk capcus..

Wednesday, August 28, 2013

Kepada Jarak


Kepada jarak, detik jarum jam berbunyi tawa yang terus menusuk gendang telinga. Sepi malam menjadi gigil tanpa sepasang lengannya, atau penat siang menjadi gempita yang memenuhi pikiran, perihal jarak yang menyekat dua raga untuk saling berbagi rasa dengan bertatap wajah.

Tenang saja, sebaik-baiknya kita adalah merangkul degup rasa dengan kebahagiaan yang telah tercipta, tak lagi melinukan setiap sendi akibat luka cinta.

Atau kita ingin saling menggoreskan luka? Perihal keogisan rasa dan saling melumat hati dengan ucap yang tak terjaga. Taring kata, bermata dua.. Siap menusuk sekujur tubuh sampai membiru, kelak ketika kita lengah dan tidak memperjuangkan rasa untuk temu atau senandung merdu, hembus napas di tengkuk sampai ajal menjemput.